Rabu, 24 September 2014


TUGAS INDIVIDU KEPERAWATAN DASAR II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Z
              DENGAN DIAGNOSA BPH

OLEH :
A13.2
Nama               : Indah Sri Maryati
NIM                : 22020113130082

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
                                                     FAKULTAS KEDOKTERAN
    UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014



     ASUHAN KEPERAWATAN
  BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia)
PADA Tn. Z
Tanggal Pengkajian                 : 23 mei 2014
A. IDENTITAS KLIEN
1. Identitas Klein
            Nama               : Tn. Z
            Usia                 : 88 tahun
            Jenis kelamin   : Laki-laki
            Status              : Sudah menikah
            Agama             : Islam
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SD
            Pekerjaan         : -
            Alamat                        : Pati






2. Identitas Penanggung Jawab
            Nama               : Ny. M
            Jenis Kelamin  :Perempuan
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SMP
            Pekerjaan         : Wirausaha
            Hubungan       : Ayah kandung
            Alamat                        : Pati

B. KELUHAN UTAMA
            Tidak bisa BAK secara lancar dan terasa nyeri.
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Penyakit Sekarang
            Sejak 3minggu yang lalu Tn.Z mengeluh tidak bisa kencing, terasa sakit jika kencing keluar. Pancarannay kecil dan tersendat-sendat. Kemudian dibawa ke dokter di beri obat sembuh, kambuh lagi, dibawa ke dokter lagi, dokter menyarankan untuk pemasangan selang. Kemudian selang di pasangkan selama 1minggu.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
            Pasien mengatakan 1 tahun yang lalu pernah di diagnosa oleh dokter yang juga mengalami keluhan yang sama dan Dokter juga melakukan pemasangan selang. Selain itu pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi.

3. Riwayat penyakit keluarga
            Pasien mengatakan keluarga juga memiliki riwayat penykit Hipertensi.

D. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
            Klien mengatakan saat ini tinggal di daerah pedesaan bersama anak dan cucunya. Klien hidup sehari-hari tidak pernah melakukan kegiatan atau pekrjaan yang berat dikarenakan usia yang sudah tua dan anak cucunya melarang untuk kegiatan yang berat. Kesehariannya sering berbincang-bincang dengan tetangga dan teman-teman untuk mengisi kebosanannya.
 E.RIWAYAT SPIRITUAL
            Klien mengatakan percaya pada Tuhan dan apa yang terjadi pada dirinya adalah cobaan. Klien selalu melaksanakan shalat 5 waktu dan sering mengikuti kegiataan keagamaan.
F. PEMERIKSAAN FISIK (Head to toe)
1. Keadaan Umum      : Keadaan umum klien lemah.   
   Kesadaran Klien      : Klien sadar penuh (compoosmentis)
2. Pemeriksaan TTV    :
            TD       : 160/90 mmHg
            Nadi    : 95x/menit
            RR       :23x/menit
            Suhu    : 36,5 C

3. Rambut dan Kepala           
- Inspeksi         : bentuk kepala mesocephal, kulit kepala bersih, rambut lurus, bersih, tidak berketombe, rambut berwarna hitam keputihan (beruban).
- Palpasi           : tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
           
4. Mata           
- Inspeksi         : kedua mata simetris,konjungtiva tidak anemis, tidak ada lesi, bulu mata hitam dan merata,dapat dilihat dengan baik.
- Palpasi           : tidak ada benjolan pada bulatan kedua mata.
           
5. Telinga       
- Inspeksi        : Simetris, lubang telinga bersih,tidak ada pengeluaran serum pada lubang telinga ,kurang terlalu jelas untuk mendengar (harus berbicara rada kenceng)
- Palpasi          : daun telinga elastis, tidak ada massa/benjolan dan nyeri tekan
6. Mulut         
            - Inspeksi         :  mukosa bibir kering, bibir tampak pucat dan tidak ada sariawan.
            - Palpasi           :  tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
7. Leher
- Inspeksi         : bentuk simetris, warna kulit merata, tidak ada lesi, pergerakan kelenjar tiroid baik saat menelan.
- Palpasi           : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.

8. Dada
Bentuk dada simetris, warna kulit utuh, tidak ada lesi.
            a) Paru-paru
                        - Inspeksi         : kembang kempis dada bersamaan antara sisi kanan dan kiri.
                        - Palpasi           : getarab taktil fremitus teraba sama dan seimbang pada kedua sisi kanan kiri dan depan  belakang
                        - Perkusi          : terdengar suara dullness di seluruh lapang paru.
b) Jantung 
            - Inspeksi         : Tidak tampak iktus kordis pada interkosta ke 5
            - Palpasi           : Detak jantung terasa dan dapat terasa dengan jelas.
            - Perkusi          : Tidak dapat perbedaan bunyi.
9. Abdomen
            - Inspeksi         : Bentuk perut datar, warna kulit utuh, tidak ada lesi/jaringan perut.
            - Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa/benjolan.
            - Perkusi          : Tidak ada nyeri.
            - Auskultasi     : Bising usus 20 kali/menit
10.  Genetalia
            Jenis kelamin laki-laki, terpasang kateter, tidak ada hemoroid.





G. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
            a. Sebelum Sakit
            Klien dapat melakukan aktiitas sehri-hari dengan sendiri, pergerakan anggota tubuh normal, tidak ada kelainan pada sistem anggota gerak.
            b. Sesudah Sakit
            Klien terhambat ketika melakukan aktivitas, hanya beraktivitas diatas tempat tidur. Kegiatan ADL di lakukan diatas tempat tidur dan memerlukan bantuan orang lain.
2. Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
Sebelum sakit : Klien mengatakan mandi 2x/hari, pagi dan sore
Selama sakit    : Klien mengatakan mandi 1x/hari dengan dibantu anaknya

3. Kebutuhan Istirahat dan Tidur
            Sebelum sakit  : Klien mengatakan tidur normal 6-7 jam/hari
            Selama sakit    : Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena merasakan nyeri.
4. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Sebelum sakit  : Klien mengatakan saaat dirumah makan 3x/hari, dengan menu nasi sayur, lauk, selalu habis dimakan dan satu porsi habis.
Selama sakit    : Klien mengatakan makan seharinya berkuarang 2x/hari dan tidak habis makan atau 1/3 porsi.
5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit  : Klien dapat bernapas dengan normal, tidak terdapat sumbatan jalan napas, tidak ada sesak napas, pengembangan dada simetris.
Selama sakit    : Klien masih dapat bernapas secara mandiri, tidak mengunakan alat bantu pernapasan.
6. Kebutuhan Eliminasi

Sebelum Sakit
Setelah Sakit
BAB
BAB 1x sehari, konsistensi lunak, warna normal
Pasien mengatakan sulit BAB, frekuensi BAB 1x/2hari dengan konsistensi padat, sedikit dan warna normal.
BAK
Pasien mengatakan sebelum sakit, BAK kurang lebih 5-6x sehari, warna jernih, keluar lancar, tidak ada nyeri.
Pasien mengatakan mengeluh sakit tidak bisa BAK selama 3 hari, sakit jika keluar, pancaran lemah dan sedikit.



7. Kebutuhan Persepsi Sensori dan kognitif
Tn. Z mengatakan pendengaran mengalami gangguan, namun untuk penglihatan dan alat indera yang lain tidak mengalami gangguan.
8. Kebutuhan Konsep Diri
            Citra Diri         : Tn. Z mengatakan menerima apa adanya atas dirinya.
            Identitas          : Tn. Z mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ayah.
            Harga Diri       : Tn. Z mengatakan berjuang untuk menghadapi penyakitnya.
            Peran Diri        : Tn. Z adalah seorang ayah yang sudah tua dan sekarang menjadi tanggung jawab anaknya.
            Ideal Diri         : Tn. Z mengatakan ingin segara sembuh dan bisa beraktifitas seperti semula.
9. Kebutuhan Stess-koping
            Tn. Z selalu terbuka dengan keluarganya,menerima kondisi kesehatannya sekarang dan selalu berdoa agar cepat sembuh.
10. Kebutuhan Seksual-Reproduksi
            Klien adalah seorang laki-laki berusia 89 tahun dan seorang duda karena istrinya sudah lama meninggal.

11. Kebutuhan Komunikasi-Informasi
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
komunikasi
Kemampuan komunikasi klien baik, normal, dan mudah dimengerti oleh orang lain.
Tidak ada masalah pada komunikasi, klien mengerti bahasa jawa dan indonesia.
Informasi Kesehatan
Terbatas
Keluarga mendapat lebih banyak informasi kesehatan
Sumber
Keluarga dan teman
Dokter

12. Kebutuhan Rekreasi-Spiritual
            Sebelum sakit              :  Klien mengatakan tidak pernah rekreasi, hanya berkumpul dirumah bersama keluarga dan menonton TV.
            Setelah sakit                : Tidak pernah menonton TV, hanya bisa berbaring di tempat tidur.

H. PENGELOMPOKAN DATA
a. Data Subjektif                   :
o   Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
o   Klien mengatakan susah BAK dan terasa nyeri ketika mau BAK selama 3 hari.
o   Klien mengatakan susah BAB.
o   Klien mengatakan susah tidur .
o   Klien mengatakan badannya lemas.
o   Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
o   Klien mengatakan badannya panas.
o   Klien mengatakan kepalanya pusing.
o   Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena rasa nyeri yang dirasakan.
b. Data Objektif                    :
o   Keadaan umum klien lemas.
o   Klien badannya panas.
o   Klien merintih kesakitan.
o   Tekanan darah 160/90 mmHg
o   Klien terpasang kateter silikon.
o   Pancaran kencing sedikit.



I . ANALISA DATA
No
Hari, tanggal
Data Fokus
Masalah
Etiologi
Diagnosa keperawatan
Paraf
1.
Minggu, 25 Mei 2014
 DS :
-          Klien mengatakan badannya lemas.
-          Klien mengatakan tidak bisa BAK selama 3 hari.
-          Klien mengatakan terasa sakit jika kencing.
DO :
-          Tekanan darah 160/90 mmHg
-          Pancaran air kencing sedikit
-           Terpasang kateter
 Retensi urine (00023)
Sumbatan pada kelenjar prostat.
Retensi urine


2
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan susah tidur.
DO :
-          Keadaan umum klien lemas.
-          Klien merintih kesakitan.
Gangguan pola tidur (00198)
Kurang kontrol tidur
Gangguan pola tidur.


3.
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan terhambat ketika melakukan akivitas.
-          Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
DO :
-          Klien terlihat lemas




Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri dan intoleran aktifitas.

Hambatan aktifitas fisik b.d nyeri dan intoleran aktifitas.







J. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No.
Tgl/jam ditemukan
Dx. Keperawatan
Tgl/jam teratasi
Paraf
1.
25 Mei 2014/15.00
Retensi urine
17 Mei 2014/06.00

2.
25 Mei 2014/15.00
Gangguan pola tidur
17 Mei 2014/06.00

3.
25 Mei 2014/15.00
Hambatan mobilitas fisik
17 Mei 2014/06.00





K. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No

Tgl/jam

Dx.kep
Intervensi

Paraf
Tujuan
Tindakan
1.
25-05-‘14/15.00
1
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Urinary ellimination
-          Urinary continence
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Kandung kemih kosong secara penuh
-          Tidak ada residu urin >100-200cc
-          Bebas dari ISK
-          Tidak ada spasme bladder
-          Balance cairan seimbang


NIC :
Urinary Retention Care
-          Monitor intake dan output
-          Monitor penggunaan obat antikololionergenik
-          Monitor derajat tistensi bladder
-          Intruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat urine
-          Sediakan privacy untuk eleminasi
-          Katerisasi jika perlu
-          Monitor tanda dan gejala ISK (panas, hematauria, perubaha bau dan konsistensi urine.


2.
25-05-‘14/15.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC :
-          Sleep : extent ang pattern
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari
-          Pola tidur, kualitas dalam batas normal
-          Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat


NIC :
Sleep Enhancement
-          Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-          Jelaskan pentingnya pola tidur yang adekuat
-          Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman
-          Kolaborasi pemberian obat tidur
-          Diskusikan denagn pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien
-          Monitor waktu makan dan minum denagn waktu tidur



3.
25-05-‘14/15.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Joint movement : Active
-          Mobility level
-          Self care : ADLs
-          Transfer peformance
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Klien meningkat dalam akyivitas fisik
-          Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas
-          Menverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
-          Memperagakan penggunaan alat bantu untuk mobilitas (walker)



NIC :
Exercise therapy  : ambulation
-          Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan.
-          Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
-          Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cidera
-          Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
-          Kaji kemampuan pasien dalam mobilitas
-          Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
-          Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps
-          Berikan alat bantu jika klien memerlukan
Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan



L. IMPLEMENTASI
No.
Dx. kep
Tgl/jam
Implementasi
Respon
Paraf
1.
III
26/5 2014 jam 14.00
Membantu klien menggunakan tongkat untuk berjalan.
S: klien mengucapkan terima kasih
O : aktivitas klien sedikit terbantu

2.
I
26/5 2014 jam 14.00
Memantau tanda dan gejala ISK dan keperubahan warna dan bau urine
S:
O: ada perubahan lebih baik

3.
II
26/5 2014 jam 14.00
Mengevaluasi kualitas tidur klien
S:  klien mengatakan tidur lebih nyenyak di banding malam-malam sebelumnya
O: klien terlihat lebih segar dan bugar


4.
I
26/5 2014 jam 14.00
Menganjurkan pasien untuk meminum obat secara teratur
S: klien mengatakan akan mematuhi anjuran yang diberikan agar tidak sakit lagi
O: klien kooperatif dan keluarga mensuport klien

5.
I
26/5 2014 jam 12.00
Jelaskan dan berikan jadwal untuk ke toilet
S : klien berterima kasih
O: penurunan BAK

6.
II
26/5 2014 jam 11.00
Meminta keluarga untuk memonitor kualitas tidur klien
S: keluarga klien mengatakan akan membantu untuk memonitor kualitas klien
O: keluarga klien koorperatif

7.
I
26/5 2014 jam 16.00
Memantau status nutrisi klien
S: klien mengatakan masih tidak nafsu makan,
O: wajah tampak pucat

8.
III
26/5 2014 jam 14.00
Memperagakan penggunaan alat bantu untuk membantu beraktivitas
S: sentuju dan mengerti cara penggunaan.
O : klien sudahtidak
terbebani lagi dalam beraktivitas.












M. EVALUASI
No
Tgl/jam
Dx. kep
Evaluasi
Paraf


1
-          S=  klien mengatakan masih susah untuk BAK
-          O= merintih kesakitan karena BAK
-          A= masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi yaitu memberikan jadwal ke toilet

2
-          S=  klien mengatakan sudah bisa tidur lebih baik dari sebalumnya
-          O=  terlihat lebih segar.
-          A= masalah sudah teratasi
-          P=  tetap pantau pola tidut klien agar lebih baik.

3
-          S=  klien mengatakan untuk beraktivitas sudah tidak terlalu terhambat
-          O=  perubahan cara berjalan, pergerakan lambat
-          A=  masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi membantu klien berjalan dan beraktivitas


  
TUGA            S INDIVIDU KEPERAWATAN DASAR II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Z
              DENGAN DIAGNOSA BPH

OLEH :
A13.2
Nama               : Indah Sri Maryati
NIM                : 22020113130082

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
                                                     FAKULTAS KEDOKTERAN
    UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014



     ASUHAN KEPERAWATAN
  BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia)
PADA Tn. Z
Tanggal Pengkajian                 : 23 mei 2014
A. IDENTITAS KLIEN
1. Identitas Klein
            Nama               : Tn. Z
            Usia                 : 88 tahun
            Jenis kelamin   : Laki-laki
            Status              : Sudah menikah
            Agama             : Islam
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SD
            Pekerjaan         : -
            Alamat                        : Pati






2. Identitas Penanggung Jawab
            Nama               : Ny. M
            Jenis Kelamin  :Perempuan
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SMP
            Pekerjaan         : Wirausaha
            Hubungan       : Ayah kandung
            Alamat                        : Pati

B. KELUHAN UTAMA
            Tidak bisa BAK secara lancar dan terasa nyeri.
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Penyakit Sekarang
            Sejak 3minggu yang lalu Tn.Z mengeluh tidak bisa kencing, terasa sakit jika kencing keluar. Pancarannay kecil dan tersendat-sendat. Kemudian dibawa ke dokter di beri obat sembuh, kambuh lagi, dibawa ke dokter lagi, dokter menyarankan untuk pemasangan selang. Kemudian selang di pasangkan selama 1minggu.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
            Pasien mengatakan 1 tahun yang lalu pernah di diagnosa oleh dokter yang juga mengalami keluhan yang sama dan Dokter juga melakukan pemasangan selang. Selain itu pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi.

3. Riwayat penyakit keluarga
            Pasien mengatakan keluarga juga memiliki riwayat penykit Hipertensi.

D. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
            Klien mengatakan saat ini tinggal di daerah pedesaan bersama anak dan cucunya. Klien hidup sehari-hari tidak pernah melakukan kegiatan atau pekrjaan yang berat dikarenakan usia yang sudah tua dan anak cucunya melarang untuk kegiatan yang berat. Kesehariannya sering berbincang-bincang dengan tetangga dan teman-teman untuk mengisi kebosanannya.
 E.RIWAYAT SPIRITUAL
            Klien mengatakan percaya pada Tuhan dan apa yang terjadi pada dirinya adalah cobaan. Klien selalu melaksanakan shalat 5 waktu dan sering mengikuti kegiataan keagamaan.
F. PEMERIKSAAN FISIK (Head to toe)
1. Keadaan Umum      : Keadaan umum klien lemah.   
   Kesadaran Klien      : Klien sadar penuh (compoosmentis)
2. Pemeriksaan TTV    :
            TD       : 160/90 mmHg
            Nadi    : 95x/menit
            RR       :23x/menit
            Suhu    : 36,5 C

3. Rambut dan Kepala           
- Inspeksi         : bentuk kepala mesocephal, kulit kepala bersih, rambut lurus, bersih, tidak berketombe, rambut berwarna hitam keputihan (beruban).
- Palpasi           : tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
           
4. Mata           
- Inspeksi         : kedua mata simetris,konjungtiva tidak anemis, tidak ada lesi, bulu mata hitam dan merata,dapat dilihat dengan baik.
- Palpasi           : tidak ada benjolan pada bulatan kedua mata.
           
5. Telinga       
- Inspeksi        : Simetris, lubang telinga bersih,tidak ada pengeluaran serum pada lubang telinga ,kurang terlalu jelas untuk mendengar (harus berbicara rada kenceng)
- Palpasi          : daun telinga elastis, tidak ada massa/benjolan dan nyeri tekan
6. Mulut         
            - Inspeksi         :  mukosa bibir kering, bibir tampak pucat dan tidak ada sariawan.
            - Palpasi           :  tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
7. Leher
- Inspeksi         : bentuk simetris, warna kulit merata, tidak ada lesi, pergerakan kelenjar tiroid baik saat menelan.
- Palpasi           : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.

8. Dada
Bentuk dada simetris, warna kulit utuh, tidak ada lesi.
            a) Paru-paru
                        - Inspeksi         : kembang kempis dada bersamaan antara sisi kanan dan kiri.
                        - Palpasi           : getarab taktil fremitus teraba sama dan seimbang pada kedua sisi kanan kiri dan depan  belakang
                        - Perkusi          : terdengar suara dullness di seluruh lapang paru.
b) Jantung 
            - Inspeksi         : Tidak tampak iktus kordis pada interkosta ke 5
            - Palpasi           : Detak jantung terasa dan dapat terasa dengan jelas.
            - Perkusi          : Tidak dapat perbedaan bunyi.
9. Abdomen
            - Inspeksi         : Bentuk perut datar, warna kulit utuh, tidak ada lesi/jaringan perut.
            - Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa/benjolan.
            - Perkusi          : Tidak ada nyeri.
            - Auskultasi     : Bising usus 20 kali/menit
10.  Genetalia
            Jenis kelamin laki-laki, terpasang kateter, tidak ada hemoroid.





G. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
            a. Sebelum Sakit
            Klien dapat melakukan aktiitas sehri-hari dengan sendiri, pergerakan anggota tubuh normal, tidak ada kelainan pada sistem anggota gerak.
            b. Sesudah Sakit
            Klien terhambat ketika melakukan aktivitas, hanya beraktivitas diatas tempat tidur. Kegiatan ADL di lakukan diatas tempat tidur dan memerlukan bantuan orang lain.
2. Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
Sebelum sakit : Klien mengatakan mandi 2x/hari, pagi dan sore
Selama sakit    : Klien mengatakan mandi 1x/hari dengan dibantu anaknya

3. Kebutuhan Istirahat dan Tidur
            Sebelum sakit  : Klien mengatakan tidur normal 6-7 jam/hari
            Selama sakit    : Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena merasakan nyeri.
4. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Sebelum sakit  : Klien mengatakan saaat dirumah makan 3x/hari, dengan menu nasi sayur, lauk, selalu habis dimakan dan satu porsi habis.
Selama sakit    : Klien mengatakan makan seharinya berkuarang 2x/hari dan tidak habis makan atau 1/3 porsi.
5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit  : Klien dapat bernapas dengan normal, tidak terdapat sumbatan jalan napas, tidak ada sesak napas, pengembangan dada simetris.
Selama sakit    : Klien masih dapat bernapas secara mandiri, tidak mengunakan alat bantu pernapasan.
6. Kebutuhan Eliminasi

Sebelum Sakit
Setelah Sakit
BAB
BAB 1x sehari, konsistensi lunak, warna normal
Pasien mengatakan sulit BAB, frekuensi BAB 1x/2hari dengan konsistensi padat, sedikit dan warna normal.
BAK
Pasien mengatakan sebelum sakit, BAK kurang lebih 5-6x sehari, warna jernih, keluar lancar, tidak ada nyeri.
Pasien mengatakan mengeluh sakit tidak bisa BAK selama 3 hari, sakit jika keluar, pancaran lemah dan sedikit.



7. Kebutuhan Persepsi Sensori dan kognitif
Tn. Z mengatakan pendengaran mengalami gangguan, namun untuk penglihatan dan alat indera yang lain tidak mengalami gangguan.
8. Kebutuhan Konsep Diri
            Citra Diri         : Tn. Z mengatakan menerima apa adanya atas dirinya.
            Identitas          : Tn. Z mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ayah.
            Harga Diri       : Tn. Z mengatakan berjuang untuk menghadapi penyakitnya.
            Peran Diri        : Tn. Z adalah seorang ayah yang sudah tua dan sekarang menjadi tanggung jawab anaknya.
            Ideal Diri         : Tn. Z mengatakan ingin segara sembuh dan bisa beraktifitas seperti semula.
9. Kebutuhan Stess-koping
            Tn. Z selalu terbuka dengan keluarganya,menerima kondisi kesehatannya sekarang dan selalu berdoa agar cepat sembuh.
10. Kebutuhan Seksual-Reproduksi
            Klien adalah seorang laki-laki berusia 89 tahun dan seorang duda karena istrinya sudah lama meninggal.

11. Kebutuhan Komunikasi-Informasi
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
komunikasi
Kemampuan komunikasi klien baik, normal, dan mudah dimengerti oleh orang lain.
Tidak ada masalah pada komunikasi, klien mengerti bahasa jawa dan indonesia.
Informasi Kesehatan
Terbatas
Keluarga mendapat lebih banyak informasi kesehatan
Sumber
Keluarga dan teman
Dokter

12. Kebutuhan Rekreasi-Spiritual
            Sebelum sakit              :  Klien mengatakan tidak pernah rekreasi, hanya berkumpul dirumah bersama keluarga dan menonton TV.
            Setelah sakit                : Tidak pernah menonton TV, hanya bisa berbaring di tempat tidur.

H. PENGELOMPOKAN DATA
a. Data Subjektif                   :
o   Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
o   Klien mengatakan susah BAK dan terasa nyeri ketika mau BAK selama 3 hari.
o   Klien mengatakan susah BAB.
o   Klien mengatakan susah tidur .
o   Klien mengatakan badannya lemas.
o   Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
o   Klien mengatakan badannya panas.
o   Klien mengatakan kepalanya pusing.
o   Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena rasa nyeri yang dirasakan.
b. Data Objektif                    :
o   Keadaan umum klien lemas.
o   Klien badannya panas.
o   Klien merintih kesakitan.
o   Tekanan darah 160/90 mmHg
o   Klien terpasang kateter silikon.
o   Pancaran kencing sedikit.



I . ANALISA DATA
No
Hari, tanggal
Data Fokus
Masalah
Etiologi
Diagnosa keperawatan
Paraf
1.
Minggu, 25 Mei 2014
 DS :
-          Klien mengatakan badannya lemas.
-          Klien mengatakan tidak bisa BAK selama 3 hari.
-          Klien mengatakan terasa sakit jika kencing.
DO :
-          Tekanan darah 160/90 mmHg
-          Pancaran air kencing sedikit
-           Terpasang kateter
 Retensi urine (00023)
Sumbatan pada kelenjar prostat.
Retensi urine


2
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan susah tidur.
DO :
-          Keadaan umum klien lemas.
-          Klien merintih kesakitan.
Gangguan pola tidur (00198)
Kurang kontrol tidur
Gangguan pola tidur.


3.
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan terhambat ketika melakukan akivitas.
-          Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
DO :
-          Klien terlihat lemas




Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri dan intoleran aktifitas.

Hambatan aktifitas fisik b.d nyeri dan intoleran aktifitas.







J. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No.
Tgl/jam ditemukan
Dx. Keperawatan
Tgl/jam teratasi
Paraf
1.
25 Mei 2014/15.00
Retensi urine
17 Mei 2014/06.00

2.
25 Mei 2014/15.00
Gangguan pola tidur
17 Mei 2014/06.00

3.
25 Mei 2014/15.00
Hambatan mobilitas fisik
17 Mei 2014/06.00





K. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No

Tgl/jam

Dx.kep
Intervensi

Paraf
Tujuan
Tindakan
1.
25-05-‘14/15.00
1
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Urinary ellimination
-          Urinary continence
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Kandung kemih kosong secara penuh
-          Tidak ada residu urin >100-200cc
-          Bebas dari ISK
-          Tidak ada spasme bladder
-          Balance cairan seimbang


NIC :
Urinary Retention Care
-          Monitor intake dan output
-          Monitor penggunaan obat antikololionergenik
-          Monitor derajat tistensi bladder
-          Intruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat urine
-          Sediakan privacy untuk eleminasi
-          Katerisasi jika perlu
-          Monitor tanda dan gejala ISK (panas, hematauria, perubaha bau dan konsistensi urine.


2.
25-05-‘14/15.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC :
-          Sleep : extent ang pattern
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari
-          Pola tidur, kualitas dalam batas normal
-          Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat


NIC :
Sleep Enhancement
-          Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-          Jelaskan pentingnya pola tidur yang adekuat
-          Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman
-          Kolaborasi pemberian obat tidur
-          Diskusikan denagn pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien
-          Monitor waktu makan dan minum denagn waktu tidur



3.
25-05-‘14/15.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Joint movement : Active
-          Mobility level
-          Self care : ADLs
-          Transfer peformance
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Klien meningkat dalam akyivitas fisik
-          Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas
-          Menverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
-          Memperagakan penggunaan alat bantu untuk mobilitas (walker)



NIC :
Exercise therapy  : ambulation
-          Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan.
-          Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
-          Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cidera
-          Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
-          Kaji kemampuan pasien dalam mobilitas
-          Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
-          Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps
-          Berikan alat bantu jika klien memerlukan
Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan



L. IMPLEMENTASI
No.
Dx. kep
Tgl/jam
Implementasi
Respon
Paraf
1.
III
26/5 2014 jam 14.00
Membantu klien menggunakan tongkat untuk berjalan.
S: klien mengucapkan terima kasih
O : aktivitas klien sedikit terbantu

2.
I
26/5 2014 jam 14.00
Memantau tanda dan gejala ISK dan keperubahan warna dan bau urine
S:
O: ada perubahan lebih baik

3.
II
26/5 2014 jam 14.00
Mengevaluasi kualitas tidur klien
S:  klien mengatakan tidur lebih nyenyak di banding malam-malam sebelumnya
O: klien terlihat lebih segar dan bugar


4.
I
26/5 2014 jam 14.00
Menganjurkan pasien untuk meminum obat secara teratur
S: klien mengatakan akan mematuhi anjuran yang diberikan agar tidak sakit lagi
O: klien kooperatif dan keluarga mensuport klien

5.
I
26/5 2014 jam 12.00
Jelaskan dan berikan jadwal untuk ke toilet
S : klien berterima kasih
O: penurunan BAK

6.
II
26/5 2014 jam 11.00
Meminta keluarga untuk memonitor kualitas tidur klien
S: keluarga klien mengatakan akan membantu untuk memonitor kualitas klien
O: keluarga klien koorperatif

7.
I
26/5 2014 jam 16.00
Memantau status nutrisi klien
S: klien mengatakan masih tidak nafsu makan,
O: wajah tampak pucat

8.
III
26/5 2014 jam 14.00
Memperagakan penggunaan alat bantu untuk membantu beraktivitas
S: sentuju dan mengerti cara penggunaan.
O : klien sudahtidak
terbebani lagi dalam beraktivitas.












M. EVALUASI
No
Tgl/jam
Dx. kep
Evaluasi
Paraf


1
-          S=  klien mengatakan masih susah untuk BAK
-          O= merintih kesakitan karena BAK
-          A= masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi yaitu memberikan jadwal ke toilet

2
-          S=  klien mengatakan sudah bisa tidur lebih baik dari sebalumnya
-          O=  terlihat lebih segar.
-          A= masalah sudah teratasi
-          P=  tetap pantau pola tidut klien agar lebih baik.

3
-          S=  klien mengatakan untuk beraktivitas sudah tidak terlalu terhambat
-          O=  perubahan cara berjalan, pergerakan lambat
-          A=  masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi membantu klien berjalan dan beraktivitas

  
TUGA            S INDIVIDU KEPERAWATAN DASAR II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Z
              DENGAN DIAGNOSA BPH

OLEH :
A13.2
Nama               : Indah Sri Maryati
NIM                : 22020113130082

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
                                                     FAKULTAS KEDOKTERAN
    UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014



     ASUHAN KEPERAWATAN
  BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia)
PADA Tn. Z
Tanggal Pengkajian                 : 23 mei 2014
A. IDENTITAS KLIEN
1. Identitas Klein
            Nama               : Tn. Z
            Usia                 : 88 tahun
            Jenis kelamin   : Laki-laki
            Status              : Sudah menikah
            Agama             : Islam
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SD
            Pekerjaan         : -
            Alamat                        : Pati






2. Identitas Penanggung Jawab
            Nama               : Ny. M
            Jenis Kelamin  :Perempuan
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SMP
            Pekerjaan         : Wirausaha
            Hubungan       : Ayah kandung
            Alamat                        : Pati

B. KELUHAN UTAMA
            Tidak bisa BAK secara lancar dan terasa nyeri.
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Penyakit Sekarang
            Sejak 3minggu yang lalu Tn.Z mengeluh tidak bisa kencing, terasa sakit jika kencing keluar. Pancarannay kecil dan tersendat-sendat. Kemudian dibawa ke dokter di beri obat sembuh, kambuh lagi, dibawa ke dokter lagi, dokter menyarankan untuk pemasangan selang. Kemudian selang di pasangkan selama 1minggu.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
            Pasien mengatakan 1 tahun yang lalu pernah di diagnosa oleh dokter yang juga mengalami keluhan yang sama dan Dokter juga melakukan pemasangan selang. Selain itu pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi.

3. Riwayat penyakit keluarga
            Pasien mengatakan keluarga juga memiliki riwayat penykit Hipertensi.

D. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
            Klien mengatakan saat ini tinggal di daerah pedesaan bersama anak dan cucunya. Klien hidup sehari-hari tidak pernah melakukan kegiatan atau pekrjaan yang berat dikarenakan usia yang sudah tua dan anak cucunya melarang untuk kegiatan yang berat. Kesehariannya sering berbincang-bincang dengan tetangga dan teman-teman untuk mengisi kebosanannya.
 E.RIWAYAT SPIRITUAL
            Klien mengatakan percaya pada Tuhan dan apa yang terjadi pada dirinya adalah cobaan. Klien selalu melaksanakan shalat 5 waktu dan sering mengikuti kegiataan keagamaan.
F. PEMERIKSAAN FISIK (Head to toe)
1. Keadaan Umum      : Keadaan umum klien lemah.   
   Kesadaran Klien      : Klien sadar penuh (compoosmentis)
2. Pemeriksaan TTV    :
            TD       : 160/90 mmHg
            Nadi    : 95x/menit
            RR       :23x/menit
            Suhu    : 36,5 C

3. Rambut dan Kepala           
- Inspeksi         : bentuk kepala mesocephal, kulit kepala bersih, rambut lurus, bersih, tidak berketombe, rambut berwarna hitam keputihan (beruban).
- Palpasi           : tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
           
4. Mata           
- Inspeksi         : kedua mata simetris,konjungtiva tidak anemis, tidak ada lesi, bulu mata hitam dan merata,dapat dilihat dengan baik.
- Palpasi           : tidak ada benjolan pada bulatan kedua mata.
           
5. Telinga       
- Inspeksi        : Simetris, lubang telinga bersih,tidak ada pengeluaran serum pada lubang telinga ,kurang terlalu jelas untuk mendengar (harus berbicara rada kenceng)
- Palpasi          : daun telinga elastis, tidak ada massa/benjolan dan nyeri tekan
6. Mulut         
            - Inspeksi         :  mukosa bibir kering, bibir tampak pucat dan tidak ada sariawan.
            - Palpasi           :  tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
7. Leher
- Inspeksi         : bentuk simetris, warna kulit merata, tidak ada lesi, pergerakan kelenjar tiroid baik saat menelan.
- Palpasi           : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.

8. Dada
Bentuk dada simetris, warna kulit utuh, tidak ada lesi.
            a) Paru-paru
                        - Inspeksi         : kembang kempis dada bersamaan antara sisi kanan dan kiri.
                        - Palpasi           : getarab taktil fremitus teraba sama dan seimbang pada kedua sisi kanan kiri dan depan  belakang
                        - Perkusi          : terdengar suara dullness di seluruh lapang paru.
b) Jantung 
            - Inspeksi         : Tidak tampak iktus kordis pada interkosta ke 5
            - Palpasi           : Detak jantung terasa dan dapat terasa dengan jelas.
            - Perkusi          : Tidak dapat perbedaan bunyi.
9. Abdomen
            - Inspeksi         : Bentuk perut datar, warna kulit utuh, tidak ada lesi/jaringan perut.
            - Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa/benjolan.
            - Perkusi          : Tidak ada nyeri.
            - Auskultasi     : Bising usus 20 kali/menit
10.  Genetalia
            Jenis kelamin laki-laki, terpasang kateter, tidak ada hemoroid.





G. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
            a. Sebelum Sakit
            Klien dapat melakukan aktiitas sehri-hari dengan sendiri, pergerakan anggota tubuh normal, tidak ada kelainan pada sistem anggota gerak.
            b. Sesudah Sakit
            Klien terhambat ketika melakukan aktivitas, hanya beraktivitas diatas tempat tidur. Kegiatan ADL di lakukan diatas tempat tidur dan memerlukan bantuan orang lain.
2. Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
Sebelum sakit : Klien mengatakan mandi 2x/hari, pagi dan sore
Selama sakit    : Klien mengatakan mandi 1x/hari dengan dibantu anaknya

3. Kebutuhan Istirahat dan Tidur
            Sebelum sakit  : Klien mengatakan tidur normal 6-7 jam/hari
            Selama sakit    : Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena merasakan nyeri.
4. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Sebelum sakit  : Klien mengatakan saaat dirumah makan 3x/hari, dengan menu nasi sayur, lauk, selalu habis dimakan dan satu porsi habis.
Selama sakit    : Klien mengatakan makan seharinya berkuarang 2x/hari dan tidak habis makan atau 1/3 porsi.
5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit  : Klien dapat bernapas dengan normal, tidak terdapat sumbatan jalan napas, tidak ada sesak napas, pengembangan dada simetris.
Selama sakit    : Klien masih dapat bernapas secara mandiri, tidak mengunakan alat bantu pernapasan.
6. Kebutuhan Eliminasi

Sebelum Sakit
Setelah Sakit
BAB
BAB 1x sehari, konsistensi lunak, warna normal
Pasien mengatakan sulit BAB, frekuensi BAB 1x/2hari dengan konsistensi padat, sedikit dan warna normal.
BAK
Pasien mengatakan sebelum sakit, BAK kurang lebih 5-6x sehari, warna jernih, keluar lancar, tidak ada nyeri.
Pasien mengatakan mengeluh sakit tidak bisa BAK selama 3 hari, sakit jika keluar, pancaran lemah dan sedikit.



7. Kebutuhan Persepsi Sensori dan kognitif
Tn. Z mengatakan pendengaran mengalami gangguan, namun untuk penglihatan dan alat indera yang lain tidak mengalami gangguan.
8. Kebutuhan Konsep Diri
            Citra Diri         : Tn. Z mengatakan menerima apa adanya atas dirinya.
            Identitas          : Tn. Z mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ayah.
            Harga Diri       : Tn. Z mengatakan berjuang untuk menghadapi penyakitnya.
            Peran Diri        : Tn. Z adalah seorang ayah yang sudah tua dan sekarang menjadi tanggung jawab anaknya.
            Ideal Diri         : Tn. Z mengatakan ingin segara sembuh dan bisa beraktifitas seperti semula.
9. Kebutuhan Stess-koping
            Tn. Z selalu terbuka dengan keluarganya,menerima kondisi kesehatannya sekarang dan selalu berdoa agar cepat sembuh.
10. Kebutuhan Seksual-Reproduksi
            Klien adalah seorang laki-laki berusia 89 tahun dan seorang duda karena istrinya sudah lama meninggal.

11. Kebutuhan Komunikasi-Informasi
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
komunikasi
Kemampuan komunikasi klien baik, normal, dan mudah dimengerti oleh orang lain.
Tidak ada masalah pada komunikasi, klien mengerti bahasa jawa dan indonesia.
Informasi Kesehatan
Terbatas
Keluarga mendapat lebih banyak informasi kesehatan
Sumber
Keluarga dan teman
Dokter

12. Kebutuhan Rekreasi-Spiritual
            Sebelum sakit              :  Klien mengatakan tidak pernah rekreasi, hanya berkumpul dirumah bersama keluarga dan menonton TV.
            Setelah sakit                : Tidak pernah menonton TV, hanya bisa berbaring di tempat tidur.

H. PENGELOMPOKAN DATA
a. Data Subjektif                   :
o   Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
o   Klien mengatakan susah BAK dan terasa nyeri ketika mau BAK selama 3 hari.
o   Klien mengatakan susah BAB.
o   Klien mengatakan susah tidur .
o   Klien mengatakan badannya lemas.
o   Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
o   Klien mengatakan badannya panas.
o   Klien mengatakan kepalanya pusing.
o   Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena rasa nyeri yang dirasakan.
b. Data Objektif                    :
o   Keadaan umum klien lemas.
o   Klien badannya panas.
o   Klien merintih kesakitan.
o   Tekanan darah 160/90 mmHg
o   Klien terpasang kateter silikon.
o   Pancaran kencing sedikit.



I . ANALISA DATA
No
Hari, tanggal
Data Fokus
Masalah
Etiologi
Diagnosa keperawatan
Paraf
1.
Minggu, 25 Mei 2014
 DS :
-          Klien mengatakan badannya lemas.
-          Klien mengatakan tidak bisa BAK selama 3 hari.
-          Klien mengatakan terasa sakit jika kencing.
DO :
-          Tekanan darah 160/90 mmHg
-          Pancaran air kencing sedikit
-           Terpasang kateter
 Retensi urine (00023)
Sumbatan pada kelenjar prostat.
Retensi urine


2
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan susah tidur.
DO :
-          Keadaan umum klien lemas.
-          Klien merintih kesakitan.
Gangguan pola tidur (00198)
Kurang kontrol tidur
Gangguan pola tidur.


3.
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan terhambat ketika melakukan akivitas.
-          Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
DO :
-          Klien terlihat lemas




Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri dan intoleran aktifitas.

Hambatan aktifitas fisik b.d nyeri dan intoleran aktifitas.







J. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No.
Tgl/jam ditemukan
Dx. Keperawatan
Tgl/jam teratasi
Paraf
1.
25 Mei 2014/15.00
Retensi urine
17 Mei 2014/06.00

2.
25 Mei 2014/15.00
Gangguan pola tidur
17 Mei 2014/06.00

3.
25 Mei 2014/15.00
Hambatan mobilitas fisik
17 Mei 2014/06.00





K. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No

Tgl/jam

Dx.kep
Intervensi

Paraf
Tujuan
Tindakan
1.
25-05-‘14/15.00
1
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Urinary ellimination
-          Urinary continence
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Kandung kemih kosong secara penuh
-          Tidak ada residu urin >100-200cc
-          Bebas dari ISK
-          Tidak ada spasme bladder
-          Balance cairan seimbang


NIC :
Urinary Retention Care
-          Monitor intake dan output
-          Monitor penggunaan obat antikololionergenik
-          Monitor derajat tistensi bladder
-          Intruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat urine
-          Sediakan privacy untuk eleminasi
-          Katerisasi jika perlu
-          Monitor tanda dan gejala ISK (panas, hematauria, perubaha bau dan konsistensi urine.


2.
25-05-‘14/15.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC :
-          Sleep : extent ang pattern
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari
-          Pola tidur, kualitas dalam batas normal
-          Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat


NIC :
Sleep Enhancement
-          Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-          Jelaskan pentingnya pola tidur yang adekuat
-          Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman
-          Kolaborasi pemberian obat tidur
-          Diskusikan denagn pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien
-          Monitor waktu makan dan minum denagn waktu tidur



3.
25-05-‘14/15.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Joint movement : Active
-          Mobility level
-          Self care : ADLs
-          Transfer peformance
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Klien meningkat dalam akyivitas fisik
-          Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas
-          Menverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
-          Memperagakan penggunaan alat bantu untuk mobilitas (walker)



NIC :
Exercise therapy  : ambulation
-          Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan.
-          Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
-          Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cidera
-          Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
-          Kaji kemampuan pasien dalam mobilitas
-          Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
-          Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps
-          Berikan alat bantu jika klien memerlukan
Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan



L. IMPLEMENTASI
No.
Dx. kep
Tgl/jam
Implementasi
Respon
Paraf
1.
III
26/5 2014 jam 14.00
Membantu klien menggunakan tongkat untuk berjalan.
S: klien mengucapkan terima kasih
O : aktivitas klien sedikit terbantu

2.
I
26/5 2014 jam 14.00
Memantau tanda dan gejala ISK dan keperubahan warna dan bau urine
S:
O: ada perubahan lebih baik

3.
II
26/5 2014 jam 14.00
Mengevaluasi kualitas tidur klien
S:  klien mengatakan tidur lebih nyenyak di banding malam-malam sebelumnya
O: klien terlihat lebih segar dan bugar


4.
I
26/5 2014 jam 14.00
Menganjurkan pasien untuk meminum obat secara teratur
S: klien mengatakan akan mematuhi anjuran yang diberikan agar tidak sakit lagi
O: klien kooperatif dan keluarga mensuport klien

5.
I
26/5 2014 jam 12.00
Jelaskan dan berikan jadwal untuk ke toilet
S : klien berterima kasih
O: penurunan BAK

6.
II
26/5 2014 jam 11.00
Meminta keluarga untuk memonitor kualitas tidur klien
S: keluarga klien mengatakan akan membantu untuk memonitor kualitas klien
O: keluarga klien koorperatif

7.
I
26/5 2014 jam 16.00
Memantau status nutrisi klien
S: klien mengatakan masih tidak nafsu makan,
O: wajah tampak pucat

8.
III
26/5 2014 jam 14.00
Memperagakan penggunaan alat bantu untuk membantu beraktivitas
S: sentuju dan mengerti cara penggunaan.
O : klien sudahtidak
terbebani lagi dalam beraktivitas.












M. EVALUASI
No
Tgl/jam
Dx. kep
Evaluasi
Paraf


1
-          S=  klien mengatakan masih susah untuk BAK
-          O= merintih kesakitan karena BAK
-          A= masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi yaitu memberikan jadwal ke toilet

2
-          S=  klien mengatakan sudah bisa tidur lebih baik dari sebalumnya
-          O=  terlihat lebih segar.
-          A= masalah sudah teratasi
-          P=  tetap pantau pola tidut klien agar lebih baik.

3
-          S=  klien mengatakan untuk beraktivitas sudah tidak terlalu terhambat
-          O=  perubahan cara berjalan, pergerakan lambat
-          A=  masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi membantu klien berjalan dan beraktivitas

  
TUGA            S INDIVIDU KEPERAWATAN DASAR II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Z
              DENGAN DIAGNOSA BPH

OLEH :
A13.2
Nama               : Indah Sri Maryati
NIM                : 22020113130082

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
                                                     FAKULTAS KEDOKTERAN
    UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014



     ASUHAN KEPERAWATAN
  BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia)
PADA Tn. Z
Tanggal Pengkajian                 : 23 mei 2014
A. IDENTITAS KLIEN
1. Identitas Klein
            Nama               : Tn. Z
            Usia                 : 88 tahun
            Jenis kelamin   : Laki-laki
            Status              : Sudah menikah
            Agama             : Islam
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SD
            Pekerjaan         : -
            Alamat                        : Pati






2. Identitas Penanggung Jawab
            Nama               : Ny. M
            Jenis Kelamin  :Perempuan
            Suku/bangsa    : Indonesia
            Pendidikan      : Tamat SMP
            Pekerjaan         : Wirausaha
            Hubungan       : Ayah kandung
            Alamat                        : Pati

B. KELUHAN UTAMA
            Tidak bisa BAK secara lancar dan terasa nyeri.
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Penyakit Sekarang
            Sejak 3minggu yang lalu Tn.Z mengeluh tidak bisa kencing, terasa sakit jika kencing keluar. Pancarannay kecil dan tersendat-sendat. Kemudian dibawa ke dokter di beri obat sembuh, kambuh lagi, dibawa ke dokter lagi, dokter menyarankan untuk pemasangan selang. Kemudian selang di pasangkan selama 1minggu.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
            Pasien mengatakan 1 tahun yang lalu pernah di diagnosa oleh dokter yang juga mengalami keluhan yang sama dan Dokter juga melakukan pemasangan selang. Selain itu pasien memiliki riwayat penyakit Hipertensi.

3. Riwayat penyakit keluarga
            Pasien mengatakan keluarga juga memiliki riwayat penykit Hipertensi.

D. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
            Klien mengatakan saat ini tinggal di daerah pedesaan bersama anak dan cucunya. Klien hidup sehari-hari tidak pernah melakukan kegiatan atau pekrjaan yang berat dikarenakan usia yang sudah tua dan anak cucunya melarang untuk kegiatan yang berat. Kesehariannya sering berbincang-bincang dengan tetangga dan teman-teman untuk mengisi kebosanannya.
 E.RIWAYAT SPIRITUAL
            Klien mengatakan percaya pada Tuhan dan apa yang terjadi pada dirinya adalah cobaan. Klien selalu melaksanakan shalat 5 waktu dan sering mengikuti kegiataan keagamaan.
F. PEMERIKSAAN FISIK (Head to toe)
1. Keadaan Umum      : Keadaan umum klien lemah.   
   Kesadaran Klien      : Klien sadar penuh (compoosmentis)
2. Pemeriksaan TTV    :
            TD       : 160/90 mmHg
            Nadi    : 95x/menit
            RR       :23x/menit
            Suhu    : 36,5 C

3. Rambut dan Kepala           
- Inspeksi         : bentuk kepala mesocephal, kulit kepala bersih, rambut lurus, bersih, tidak berketombe, rambut berwarna hitam keputihan (beruban).
- Palpasi           : tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
           
4. Mata           
- Inspeksi         : kedua mata simetris,konjungtiva tidak anemis, tidak ada lesi, bulu mata hitam dan merata,dapat dilihat dengan baik.
- Palpasi           : tidak ada benjolan pada bulatan kedua mata.
           
5. Telinga       
- Inspeksi        : Simetris, lubang telinga bersih,tidak ada pengeluaran serum pada lubang telinga ,kurang terlalu jelas untuk mendengar (harus berbicara rada kenceng)
- Palpasi          : daun telinga elastis, tidak ada massa/benjolan dan nyeri tekan
6. Mulut         
            - Inspeksi         :  mukosa bibir kering, bibir tampak pucat dan tidak ada sariawan.
            - Palpasi           :  tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.
7. Leher
- Inspeksi         : bentuk simetris, warna kulit merata, tidak ada lesi, pergerakan kelenjar tiroid baik saat menelan.
- Palpasi           : Tidak ada massa/benjolan, tidak ada nyeri tekan.

8. Dada
Bentuk dada simetris, warna kulit utuh, tidak ada lesi.
            a) Paru-paru
                        - Inspeksi         : kembang kempis dada bersamaan antara sisi kanan dan kiri.
                        - Palpasi           : getarab taktil fremitus teraba sama dan seimbang pada kedua sisi kanan kiri dan depan  belakang
                        - Perkusi          : terdengar suara dullness di seluruh lapang paru.
b) Jantung 
            - Inspeksi         : Tidak tampak iktus kordis pada interkosta ke 5
            - Palpasi           : Detak jantung terasa dan dapat terasa dengan jelas.
            - Perkusi          : Tidak dapat perbedaan bunyi.
9. Abdomen
            - Inspeksi         : Bentuk perut datar, warna kulit utuh, tidak ada lesi/jaringan perut.
            - Palpasi           : Tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa/benjolan.
            - Perkusi          : Tidak ada nyeri.
            - Auskultasi     : Bising usus 20 kali/menit
10.  Genetalia
            Jenis kelamin laki-laki, terpasang kateter, tidak ada hemoroid.





G. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
            a. Sebelum Sakit
            Klien dapat melakukan aktiitas sehri-hari dengan sendiri, pergerakan anggota tubuh normal, tidak ada kelainan pada sistem anggota gerak.
            b. Sesudah Sakit
            Klien terhambat ketika melakukan aktivitas, hanya beraktivitas diatas tempat tidur. Kegiatan ADL di lakukan diatas tempat tidur dan memerlukan bantuan orang lain.
2. Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
Sebelum sakit : Klien mengatakan mandi 2x/hari, pagi dan sore
Selama sakit    : Klien mengatakan mandi 1x/hari dengan dibantu anaknya

3. Kebutuhan Istirahat dan Tidur
            Sebelum sakit  : Klien mengatakan tidur normal 6-7 jam/hari
            Selama sakit    : Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena merasakan nyeri.
4. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Sebelum sakit  : Klien mengatakan saaat dirumah makan 3x/hari, dengan menu nasi sayur, lauk, selalu habis dimakan dan satu porsi habis.
Selama sakit    : Klien mengatakan makan seharinya berkuarang 2x/hari dan tidak habis makan atau 1/3 porsi.
5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit  : Klien dapat bernapas dengan normal, tidak terdapat sumbatan jalan napas, tidak ada sesak napas, pengembangan dada simetris.
Selama sakit    : Klien masih dapat bernapas secara mandiri, tidak mengunakan alat bantu pernapasan.
6. Kebutuhan Eliminasi

Sebelum Sakit
Setelah Sakit
BAB
BAB 1x sehari, konsistensi lunak, warna normal
Pasien mengatakan sulit BAB, frekuensi BAB 1x/2hari dengan konsistensi padat, sedikit dan warna normal.
BAK
Pasien mengatakan sebelum sakit, BAK kurang lebih 5-6x sehari, warna jernih, keluar lancar, tidak ada nyeri.
Pasien mengatakan mengeluh sakit tidak bisa BAK selama 3 hari, sakit jika keluar, pancaran lemah dan sedikit.



7. Kebutuhan Persepsi Sensori dan kognitif
Tn. Z mengatakan pendengaran mengalami gangguan, namun untuk penglihatan dan alat indera yang lain tidak mengalami gangguan.
8. Kebutuhan Konsep Diri
            Citra Diri         : Tn. Z mengatakan menerima apa adanya atas dirinya.
            Identitas          : Tn. Z mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ayah.
            Harga Diri       : Tn. Z mengatakan berjuang untuk menghadapi penyakitnya.
            Peran Diri        : Tn. Z adalah seorang ayah yang sudah tua dan sekarang menjadi tanggung jawab anaknya.
            Ideal Diri         : Tn. Z mengatakan ingin segara sembuh dan bisa beraktifitas seperti semula.
9. Kebutuhan Stess-koping
            Tn. Z selalu terbuka dengan keluarganya,menerima kondisi kesehatannya sekarang dan selalu berdoa agar cepat sembuh.
10. Kebutuhan Seksual-Reproduksi
            Klien adalah seorang laki-laki berusia 89 tahun dan seorang duda karena istrinya sudah lama meninggal.

11. Kebutuhan Komunikasi-Informasi
Parameter
Sebelum sakit
Selama sakit
komunikasi
Kemampuan komunikasi klien baik, normal, dan mudah dimengerti oleh orang lain.
Tidak ada masalah pada komunikasi, klien mengerti bahasa jawa dan indonesia.
Informasi Kesehatan
Terbatas
Keluarga mendapat lebih banyak informasi kesehatan
Sumber
Keluarga dan teman
Dokter

12. Kebutuhan Rekreasi-Spiritual
            Sebelum sakit              :  Klien mengatakan tidak pernah rekreasi, hanya berkumpul dirumah bersama keluarga dan menonton TV.
            Setelah sakit                : Tidak pernah menonton TV, hanya bisa berbaring di tempat tidur.

H. PENGELOMPOKAN DATA
a. Data Subjektif                   :
o   Klien mengatakan terhambat ketika melakukan aktivitas.
o   Klien mengatakan susah BAK dan terasa nyeri ketika mau BAK selama 3 hari.
o   Klien mengatakan susah BAB.
o   Klien mengatakan susah tidur .
o   Klien mengatakan badannya lemas.
o   Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
o   Klien mengatakan badannya panas.
o   Klien mengatakan kepalanya pusing.
o   Klien mengatakan tidurnya sering terbangun karena rasa nyeri yang dirasakan.
b. Data Objektif                    :
o   Keadaan umum klien lemas.
o   Klien badannya panas.
o   Klien merintih kesakitan.
o   Tekanan darah 160/90 mmHg
o   Klien terpasang kateter silikon.
o   Pancaran kencing sedikit.



I . ANALISA DATA
No
Hari, tanggal
Data Fokus
Masalah
Etiologi
Diagnosa keperawatan
Paraf
1.
Minggu, 25 Mei 2014
 DS :
-          Klien mengatakan badannya lemas.
-          Klien mengatakan tidak bisa BAK selama 3 hari.
-          Klien mengatakan terasa sakit jika kencing.
DO :
-          Tekanan darah 160/90 mmHg
-          Pancaran air kencing sedikit
-           Terpasang kateter
 Retensi urine (00023)
Sumbatan pada kelenjar prostat.
Retensi urine


2
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan susah tidur.
DO :
-          Keadaan umum klien lemas.
-          Klien merintih kesakitan.
Gangguan pola tidur (00198)
Kurang kontrol tidur
Gangguan pola tidur.


3.
Minggu, 25 Mei 2014
DS :
-          Klien mengatakan terhambat ketika melakukan akivitas.
-          Klien mengatakan pengurangan aktivitasnya akibat rasa nyeri yang dialami.
DO :
-          Klien terlihat lemas




Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri dan intoleran aktifitas.

Hambatan aktifitas fisik b.d nyeri dan intoleran aktifitas.







J. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No.
Tgl/jam ditemukan
Dx. Keperawatan
Tgl/jam teratasi
Paraf
1.
25 Mei 2014/15.00
Retensi urine
17 Mei 2014/06.00

2.
25 Mei 2014/15.00
Gangguan pola tidur
17 Mei 2014/06.00

3.
25 Mei 2014/15.00
Hambatan mobilitas fisik
17 Mei 2014/06.00





K. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No

Tgl/jam

Dx.kep
Intervensi

Paraf
Tujuan
Tindakan
1.
25-05-‘14/15.00
1
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Urinary ellimination
-          Urinary continence
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Kandung kemih kosong secara penuh
-          Tidak ada residu urin >100-200cc
-          Bebas dari ISK
-          Tidak ada spasme bladder
-          Balance cairan seimbang


NIC :
Urinary Retention Care
-          Monitor intake dan output
-          Monitor penggunaan obat antikololionergenik
-          Monitor derajat tistensi bladder
-          Intruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat urine
-          Sediakan privacy untuk eleminasi
-          Katerisasi jika perlu
-          Monitor tanda dan gejala ISK (panas, hematauria, perubaha bau dan konsistensi urine.


2.
25-05-‘14/15.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC :
-          Sleep : extent ang pattern
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Jumlah jam tidur dalam batas normal 6-8 jam/hari
-          Pola tidur, kualitas dalam batas normal
-          Perasaan segar sesudah tidur atau istirahat


NIC :
Sleep Enhancement
-          Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-          Jelaskan pentingnya pola tidur yang adekuat
-          Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman
-          Kolaborasi pemberian obat tidur
-          Diskusikan denagn pasien dan keluarga tentang teknik tidur pasien
-          Monitor waktu makan dan minum denagn waktu tidur



3.
25-05-‘14/15.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, diharapkan tercapai NOC:
-          Joint movement : Active
-          Mobility level
-          Self care : ADLs
-          Transfer peformance
Yang di buktikan dengan indikator sebagai berikut;
-          Klien meningkat dalam akyivitas fisik
-          Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas
-          Menverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
-          Memperagakan penggunaan alat bantu untuk mobilitas (walker)



NIC :
Exercise therapy  : ambulation
-          Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan.
-          Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
-          Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cidera
-          Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
-          Kaji kemampuan pasien dalam mobilitas
-          Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
-          Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps
-          Berikan alat bantu jika klien memerlukan
Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan



L. IMPLEMENTASI
No.
Dx. kep
Tgl/jam
Implementasi
Respon
Paraf
1.
III
26/5 2014 jam 14.00
Membantu klien menggunakan tongkat untuk berjalan.
S: klien mengucapkan terima kasih
O : aktivitas klien sedikit terbantu

2.
I
26/5 2014 jam 14.00
Memantau tanda dan gejala ISK dan keperubahan warna dan bau urine
S:
O: ada perubahan lebih baik

3.
II
26/5 2014 jam 14.00
Mengevaluasi kualitas tidur klien
S:  klien mengatakan tidur lebih nyenyak di banding malam-malam sebelumnya
O: klien terlihat lebih segar dan bugar


4.
I
26/5 2014 jam 14.00
Menganjurkan pasien untuk meminum obat secara teratur
S: klien mengatakan akan mematuhi anjuran yang diberikan agar tidak sakit lagi
O: klien kooperatif dan keluarga mensuport klien

5.
I
26/5 2014 jam 12.00
Jelaskan dan berikan jadwal untuk ke toilet
S : klien berterima kasih
O: penurunan BAK

6.
II
26/5 2014 jam 11.00
Meminta keluarga untuk memonitor kualitas tidur klien
S: keluarga klien mengatakan akan membantu untuk memonitor kualitas klien
O: keluarga klien koorperatif

7.
I
26/5 2014 jam 16.00
Memantau status nutrisi klien
S: klien mengatakan masih tidak nafsu makan,
O: wajah tampak pucat

8.
III
26/5 2014 jam 14.00
Memperagakan penggunaan alat bantu untuk membantu beraktivitas
S: sentuju dan mengerti cara penggunaan.
O : klien sudahtidak
terbebani lagi dalam beraktivitas.












M. EVALUASI
No
Tgl/jam
Dx. kep
Evaluasi
Paraf


1
-          S=  klien mengatakan masih susah untuk BAK
-          O= merintih kesakitan karena BAK
-          A= masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi yaitu memberikan jadwal ke toilet

2
-          S=  klien mengatakan sudah bisa tidur lebih baik dari sebalumnya
-          O=  terlihat lebih segar.
-          A= masalah sudah teratasi
-          P=  tetap pantau pola tidut klien agar lebih baik.

3
-          S=  klien mengatakan untuk beraktivitas sudah tidak terlalu terhambat
-          O=  perubahan cara berjalan, pergerakan lambat
-          A=  masalah belum teratasi
P= lanjutkan intervensi membantu klien berjalan dan beraktivitas